Tampilkan postingan dengan label malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label malaysia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Desember 2013

Malaysia Lakukan Kerjasama Dengan Pemprov Yogya


AHAD, 15 APRIL 2012



YOGYA - Pemerintah Malaysia ingin melakukan kerja sama di bidang pendidikan dengan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal tersebut ditegaskan Direktur Penasihat Bidang Pendidikan Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia, Yahurin Mohd Yassin, Sabtu (14/4/2012).

"Kerja sama itu khususnya dalam pertukaran karyawan yang ada di jajaran pemerintah untuk mengadakan program studi lanjut dalam menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik," katanya.

Menurut Yassin, kerja sama di bidang pendidikan itu juga dapat dilakukan dalam program pertukaran dosen dan mahasiswa serta studi banding siswa.

"Siswa dan mahasiswa Malaysia yang menempuh pendidikan di Indonesia sekitar 7.000 orang, sedangkan siswa dan mahasiswa Indonesia yang ada di Malaysia sekitar 12.000 orang. Dosen Indonesia yang ada di Malaysia sekitar 5.000 orang," katanya usai bertemu dengan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Paku Alam IX.

Ia mengatakan, perbedaan angka siswa dan mahasiswa di kedua negara tersebut dipengaruhi oleh adanya kemajuan pendidikan yang murah dan bertaraf internasional.

Berkaitan dengan hal itu, menurut dia, maksud kunjungannya tersebut untuk memberikan informasi tentang perguruan tinggi yang ada di Malaysia kepada mahasiswa atau siswa di DIY.

"Oleh karena itu, dalam kunjungan itu saya mengajak delapan rektor universitas negeri di Malaysia di antaranya Universitas Sabah Malaysia, Universitas Putra Malaysia, Universitas Islam Antarbangsa, Universitas Teknologi Malaysia, Universitas Pendidikan Sutan Ide, dan Universitas Tehnika Malaka," katanya.

Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX mengatakan, pihaknya menyambut baik atas rencana kerja sama bidang pendidikan yang ditawarkan pemerintah Malaysia.

"Namun, kami akan melakukan koordinasi dan pembicaraan terlebih dulu dengan beberapa pihak sesuai dengan bidang dan sektor masing-masing," katanya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov DIY Andung Prihadi Santoso mengatakan, tidak menutup kemungkinan rencana tersebut ditindaklanjuti dengan "memorandum of understanding" (MoU) antara kedua pihak.

"MoU itu menyangkut kerja sama pendidikan bagi siswa dan mahasiswa, dan tidak menutup kemungkinan kerja sama peningkatan kualitas sumber daya manusia pegawai negeri sipil (PNS) yang ada di Pemprov DIY," katanya.

Sabtu, 23 November 2013

10 Fakta Kebodohan Negara Malaysia



1. Merasa dirinya developed country, padahal GDP/capita hanya 5000 USD (angka inipun sudah dimanipulasi oleh Kerajaan Malaysia), experts memperkirakan angka yg benar adalah sekitar 1500-2000 USD/ kapita/ tahun.

2. Punya program luar angkasa, tapi tak punya teknologi pembuatan rocket.

3. Bangga dengan kemampuan memperkerjakan tenaga kerja asing, sementara uang mereka diperas dikirim ke negara asal pekerja2 tersebut dan banyak warga mereka yg menganggur karena kalah bersaing.

4. Merasa universitas mereka terhebat di Asia.. baru terbuka matanya setelah keluar ranking baru bahwa merekalah yg paling rendah...setara dengan Somalia dan Sudan, agak sedikit di atas University of East Timor saja.

5. Bangga dengan Menara Petronas yang dibangun oleh Korea Selatan.

6. Mengeluarkan banyak uang untuk tourism marketing tapi memukuli dan menyiksa turis yg masuk... mana ada lagi orang yg mau datang.

7. Bangga sebagai negara yg banyak kedatangan turis. Lupanya dia bahwa turis yg masuk ke negaranya sebagian besar adalah orang Singapore yg mengunjungi family dan orang Indonesia yg hendak cari kerja... jadi bukan turis yg sebenar2nya.

8. Tidak bisa memanfaatkan potensi besar bangsa China dan India sebesar2nya karena rasa iri hati sehingga menggunakan NEP dan lain2 policies untuk membatasi perkembangan kekuatan bangsa China dan India.

9. Tidak mampu menciptakan budaya sendiri sejak nenek moyangnya hingga sekarang[/b]. Orang Amerika saja mampu menciptakan budaya sendiri yg berbeda dari orang Eropa. 

10. Tingkat buta huruf masih mencapai 17% dari total populasi 


http://ujung-bumi.blogspot.com/2010/09/10-fakta-kebodohan-negara-malaysia.html